nafas.
Untuk perasaan yang dipejamkan mata dan didiamkan bicara.
15.2.26
[497]
Pada setiap akhir baris kata yang kau sembahkan malam kelmarin,
Aku teriakkan sendiri dalam diam.
“Bukan aku. Bukan aku!”
Si jiwa ranap; bukan aku.
Si pemimpi hebat; juga bukan aku.
Jiwa aku tak ranap, cuma luka-luka.
Mimpi aku tak hebat, cuma iya, ada lah.
Aku cuma, ada.
No comments:
Post a Comment
Older Post
Home
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment